BAB 8 : SHARE
DATA & TRANSACTION
SHARING berasal dari kata share yang artinya
berbagi atau saling menukar sesuatu, sharing di artikan dengan berbagi cerita
atau saling memberikan sesuatu sedangkan sharing dalam pengertian jaringan
artinya saling berbagi data antara beberapa computer yang saling terhubung satu
sama lain melalui jaringan sehingga computer yang satu dapat mengakses dan
menggunakan sumberdaya yang terdapat pada computer tersebut.
Ø Keuntungan sharing data :
v Mengurangi biaya duplikasi
usaha pengumpulan data
v File terjaga dari virus virus
yang merusak set-up data
v Dapat memback-up data
v Menghemat waktu dalam proses
pengiriman
Ø Kelemahan sharing data
v Kemudahan sharing file dalam
jaringan dapat di pakai oleh orang orang tertentu yang tidak bertanggung jawab
v Sering kali mengakibatkan
bocornya sharing folder dan dapat di baca oleh orang lain yang tidak berhak
v Dapat mengakibatkan korup file
saat pengiriman data
Ø Langkah langkah sharing data
menggunakan wirelles
v Buka control panel
v Pilih network and internet
v Pilih network and sharing
center
v Pilih set-up new conection
network
v Cari dan pilih set-up wireless
ADHOC dang anti secutity type menjadi web klik next (sebelum memilih next
masukan password security skey)
A. Sistem Fault Tolerant
Fault Tolerant atau yang dimaksud toleransi terhadap kesalahan yaitu
adanya toleransi terhadap kesalahan perangkat keras computer dan memberikan
toleransi terhadap terjadinya kondisi buruk pada sistem jaringan dengan
memberikan perlindungan data , sehingga apabila terjadi kerusakan tidak akan
menghetikan proses dalam sistem jaringan .Kerusakan seberapa parahpun akan
masih tetap di lindungi sehingga tidak akan membuat data menjadi hilang atau
rusak dengan kata lain sistem fault tolerant akan menjaga subuah data di hard
disk agar data yang ada tetap merupakan data yang asli , tidak cacat , dan tidak berubah.
Contoh
Sistem Fault Tolerant :
• Redundant Power supply (power supply cadangan);
• Redundant FAN;
• Online spare (Memory
& HDD);
• Mirroring (Memory & HDD);
• RAID;
(RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah• dan lain
sebagainya.)
Konsep Dasar Replication
Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan
objek-objek database dari satu database ke database lain dan melaksanakan
sinkronisasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin. Dengan
menggunakan teknik replikasi ini, data dapat didistribusikan ke lokasi yang
berbeda melalui koneksi jaringan lokal maupun internet. Replikasi juga
memungkinkan untuk mendukung kinerja aplikasi, penyebaran data fisik sesuai
dengan penggunaannya, seperti pemrosesan transaksi online dan DSS (Desiscion
Support System) atau pemrosessan database terdistribusi melalui beberapa
server.
Selain itu ada yang menyebutkan bahwa Replikasi adalah proses menyalin dan
memelihara objek database dalam beberapa database yang membentuk suatu sistem database
terdistribusi. Replikasi dapat meningkatkan kinerja dan melindungi ketersediaan
aplikasi karena data pilihan alternatif akses ada. Sebagai contoh, sebuah
aplikasi biasanya dapat mengakses database lokal daripada server jauh untuk
meminimalkan lalu lintas jaringan dan mencapai kinerja maksimum. Selanjutnya,
aplikasi dapat terus berfungsi jika server lokal mengalami kegagalan, tetapi
server lain dengan data direplikasi tetap dapat diakses.
Dengan replication dasar, replika data memberikan akses read-only ke tabel data
yang berasal dari sebuah situs (master) primer.Aplikasi dapat query data dari
replika data lokal untuk menghindari akses jaringan terlepas dari ketersediaan
jaringan.Namun, aplikasi di seluruh sistem harus mengakses data pada situs utama
ketika pembaruan diperlukan.
Keuntungan replication tergantung dari jenis replikasi tetapi pada umumnya
replikasi mendukung ketersediaan data setiap waktu dan dimanapun diperlukan.
Adapun keuntungan lainnya adalah :
a. Memungkinkan beberapa lokasi menyimpan data yang sama. Hal ini sangat
berguna pada saat lokasi-lokasi tersebut membutuhkan data yang sama atau
memerlukan server yang terpisah dalam pembuatan aplikasi laporan.
b. Aplikasi transaksi online terpisah dari aplikasi pembacaan seperti proses
analisis database secara online, data smarts atau data warehouse.
c. Memungkinkan otonomi yang besar. Pengguna dapat bekerja dengan meng-copy
data pada saat tidak terkoneksi kemudian melakukan perubahan untuk dibuat
database baru pada saat terkoneksi.
d. Data dapat ditampilkan seperti layaknya melihat data tersebut dengan
menggunakan aplikasi berbasis Web.
e. Meningkatkan kinerja pembacaan.
f. Membawa data mendekati lokasi individu atau kelompok pengguna. Hal ini akan
membantu mengurangi masalah karena modifikasi data dan pemrosesan query yang
dilakukan oleh banyak pengguna karena data dapat didistribusikan melalui
jaringan dan data dapat dibagi berdasarkan kebutuhan masing-masing unit atau
pengguna.
g. Penggunaan replikasi sebagai bagian dari strategi standby server.
Jenis-jenis Replicatiom
1 Snapshot replication
Mendistribusikan data yang dapat dilihat pada saat tertentu tanpa melakukan
update. Biasanya digunakan pada saat memerlukan tampilan data seperti : daftar
harga, katalog, data yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Data-data ini
sifatnya hanya ‘read only’. Replikasi ini membantu pada saat :
• data sebagian besar statis dan tidak sering berubah
• dapat menerima copy data yang telah melewati batas waktu yang ditentukan
• datanya sedikit
2 Merge replication
Merge replication memungkinkan pengguna bekerja dan merubah data sesuai dengan
wewenangnya. Pada saat server tidak dikoneksikan ke seluruh lokasi dalam
topologi, replikasi merubah ke nilai data yang sama.
3 Transactional Replication
Pengguna mendapatkan salinan lengkap dari database awal dan kemudian
mendapatkan update periodik sebagai perubahan data.
Multi-master replikasi, dimana modifikasi dapat ditenderkan ke server database,
dan kemudian mengalir melalui ke server database jauh, sering disukai. Namun,
menetapkan biaya jauh lebih besar dan keruwetan yang mungkin membuatnya tidak
layak dalam beberapa keadaan. Sengketa universal yang ada dalam multi-master
replikasi transaksional menghindari ketidakkonsistenan atau resolusi.
Kebanyakan sistem replikasi sinkron atau ingin lakukan menghindari
inkonsistensi, sementara sistem asynchronous harus melakukan resolusi
inkonsistensi.Resolusi seperti inkonsistensi yang mungkin didasarkan pada
timestamp transaksi, pada tangga dari server sumber atau dengan alasan yang
jauh lebih rumit, yang memutuskan setiap waktu pada semua server.
Replikasi database ternyata menjadi rumit ketika meningkat dalam ukuran dan
besarnya. Biasanya, meningkatkan berkaitan dengan dua dimensi; horizontal dan
vertikal. Meningkatkan Horisontal memiliki salinan data tambahan, meningkatkan
vertikal memiliki salinan data yang terletak jarak jauh. Masalah hamil dengan
peningkatan horisontal dapat dikurangi dengan sebuah protokol akses multi-layer
multi-view. Peningkatan vertikal strip kesulitan sedikit karena internet
kehandalan dan kinerja menjadi lebih baik.
=>>>>>>...Skenario Replication Data
Kali ini akan dilakukan studi kasus replikasi data pada Mini market Indomaret
di kota Purwoketo. Skenario replikasi data yang dipakai adalah pengembangan
dari skenario Central Publisher, skenario yang dibuat bisa di lihat pada gambar
dibawah ini
=>>>>>>...Penjelasan Skenario
Skenario ini merupakan skenario yang dirancang sesuai keadaan dari proses yang
terjadi di Minimarket Indomaret di kota Purwokerto.
a.Server Indomaret pusat merupakan server yang menjadi publisher dan juga
sebagai distributor, selain itu sever Indomaret pusat juga sebagai subscriber
yang menerima data dari tiap sever indomaret diseluruh wilayah purwokerto.
- Server Indomaret pusat sebagai Publisher , yaitu Indomaret Pusat
mempublikasikan data master barang ke tiap indomaret yang ada didaerah.
- Server Indomaret pusat sebagai Distributor, yaitu Server Indomaret pusat
mendistribusikan data master barang ke tiap indomaret yang ada didaerah.
- Server Indomaret pusat sebagai subscriber, yaitu server Indomaret pusat
menerima data transaksi yang terjadi di tiap Indomaret daerah.
b. Server Indomaret di tiap daerah yang ada di Purwokerto selain menjadi
subscriber juga menjadi publisher yang akan mengirimkan data ke sever Indomater
pusat.
- Server indomaret di tiap daerah menjadi Subscriber, yaitu menerima data
master barang yang selalu di perbaharui dari Indomaret pusat.
- Server indomaret ditiap daerah menjadi publisher , yaitu server indomaret di
tiap daerah mengirimkan data transaki ke indomaret pusar.
3 Metode Replication
Metode Replikasi yang dipakai adalah Metode Transactional Replication dan juga
Transactioanl Replication with Updatable Subscriptions.
4. Langkah Pembuatan
Langkah membuat Transactional Replication adalah sebagai berikut :
a.Membuat dan menentukan Distributor dan Publisher, Klik kanan pada replication
kemudian pilih Configur Distribution.
b.Pilih komputer yang akan dijadikan distributor.
c.Memilih komputer yang akan menjadi distributor.
d.Setelah Melakukan langkah configurasi distribuasi, langkah selanjutnya adalah
membuat publikasi baru, Klik kanan pada Local Publication , pilih new
publication untuk membuat publikasi baru.
e.Memilih database yang nantinya data atau object yang ada didatabse yang
dipilih akan dipublikasikan sesuai keinginan.
f.Memilih tipe publication.
g.Memilih Tabel dan kolomnya untuk dijadikan artikel yang akan dikirim ke
subscriber.
h.Filter table.
i.Menentukan Agent Security.
j.Finish.
k.Setelah langkah pembuatan publication selesai, langkah selanjutnya adalah
membuat subscriber, Klik kanan pada Lokal subscription.
l.Memilih Publisher dan publication.
BAB 9 : DISTRIBUTED DATABASE MANAGEMENT
PENGENALAN
SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI
- KONSEP
DASAR BASIS DATA TERDISTRIBUSI
Dalam
sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa komputer.
Komputer - komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama
lain melalui bermacam -macam media komunikasi seperti high-speed buses atau
telephone line.
Sebuah sistem database terdistribusi berisikan
sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam
pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau
beberapa site. Tiap -tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah
transaksi yang mengakses data pada satu site dimana transaksi telah ditentukan.
Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi
transaksi global yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di
mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada
beberapa site yang berbeda.
Jadi Basis Data Teridistribusi adalah
kumpulan basis-basis data yang saling berhubungan secara logika dan tersebar
pada sebuah jaringan komputer.
KEUNTUNGAN BASIS DATA TERDISTRIBUSI
1. Pengawasan Distribusi Dan Pengambilan Data
Jika sejumlah site yang berbeda
dihubungkan satu sama lain, lalu seorang pemakai yang berada pada satu site
dapat mengakses data yang tersedia pada site lain. Sebagai contoh : sistem
distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang
dapat mengakses data cabang lain.
2. Reliability Dan Availability
Sistem distribusi dapat terus menerus
berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site individu atau mata rantai
komunikasi antar site. Misal : jika site-site gagal dalam sebuah sistem
distribusi, site-site lainnya dapat melanjutkan operasi jika data telah
direplikasi pada beberapa site.
3. Kecepatan Pemrosesan Query
Jika sebuah query melibatkan data pada
beberapa site, memungkinkan membagi query ke dalam sub query yang dapat
dieksekusi dalam bentuk paralel oleh beberapa site. Perhitungan secara paralel
mempercepat pemrosesan dari seorang pemakai query.
4. Otonomi Lokal
Pendistribusian sistem mengizinkan sekelompok
individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data
mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat
pemrosesan.
5. Efisien Dan Fleksibel
Data dalam sistem distribusi dapat disimpan
dekat dengan titik dimana data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik
bergerak atau disalin, atau salinannya dapat dihapus.
- KERUGIAN
BASIS DATA TERDISTRIBUSI
1. Harga Software Yamg Mahal
Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat
sistem database distribusi.
2. Kemungkinan Kesalahan Lebih Besar
Site-site yang termasuk dalam sistem distribusi
beroperasi secara paralel sehingga menjadi lebih sulit untuk menjamin kebenaran
dari algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui.
3. Biaya Pemrosesan Tinggi
Perubahan pesan-pesan dan penambahan
perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site. Dalam memilih
sebuah disain untuk system database, perancang harus mengimbangi keuntungan dan
kerugian dari database terdistribusi.
Senin, 19 Desember 2011
DDBMS ( Database Terdistribusi)
DDBMS adalah suatu sistem database yang dirancang untuk
keperluan penyimpanan data yang sangat besar dan ditempatkan di berbagai server
atau workstation dalam suatu jaringan computer. Dari setiap server database
masing-masing dapat menggunakan data yang ada didalamnya dengan cara
mendistribusikan data yang di request.
Karakteristik DDBMS :
· Kumpulan
dari data logic yang digunakan bersama-sama
· Data
dapat dibagi menjadi beberapa fragmentasi
· Setiap
site berhubungan dengan jaringan komunikasi
Keuntungan DDBMS:
· Lebih
handal
· Efesiensi
kinerja DDBMS
· Memudahkan
dalam pengembangan secara modular
Kerugian DDBMS:
· Kompleksitas
· Beaya
mahal
· Intergasi
pengontrolan lebih sulit
Fungsi DDBMS:
· Menyediakan
kebutuhan data antar site
· Memberikan
sistem catalog pada penyimpanan kumputan detil data yang telah didistribusikan
· Optimalisasi
pengaksesan data jarak jauh
· Pengendalian
keamanan
· Control
konkurensi
· Memberikan
pelayanan recovery
l Arsitektur DDBMS
DDBMS merupakan DBMS terdistribusi yaitu sebuah sistem
perangkat lunak yang mengatur basis data terdistribusi dan membuat
pendistribusian data secara transparan.
DBMS
memiliki satu logikal basis data yang dibagi kedalam beberapa fragment. Dimana
setipa fragment disimpan pada satu atau lebih koputer dibawah kontrol dari DBMS
yang terpisah. Dengan mengkoneksi komputer menggunkan jaringan komunikasi.
DDBMS
adalah softwer system yang memperahbolehkan manajemen database terdistribusi
dan membuat distribusi transfaran kepada user . DDBMS terdiri dari satu
database logical yang dipisah menjadi sejumlah fragment. tiap fragment disimpan
dalam satu atau lebih computer dibawah kontrol DBMS yang terpisah, dengan
komputer yang terhubung jaringan. tiap site dapat memproses request user
independent yang membutuhkan akses kedata lokal dan data yang tersimpan dikomputer
lain dalam jaringan.
KEUNTUNGAN
DDBMS :
1. Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya
2. Penggunaan bersama dan lokal otonomi
3. Keberadaan data yang ditingkatkan
4. Keandalan yang ditingkatkan
5. Kinerja yang ditingkatkan
6. Ekonomi
7. Perkembangan modular
KERUGIAN DDBMS :
1. Kompleksitas
2. Biaya
3.
Keamanan
4. Pengontrolan Integritas lebih sulit